Menit demi menit berlalu, gila.., lama sekali. Ya sudah, aku ikut saja, siapa tahu diajak makan juga, berhubung perutku mulai lapar nich. Bokep Barat Kamu ikut tidak?”. “Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka begituan. Mereka menawariku rokok tapi aku tolak. Akhirnya sampai juga, setelah mengantarkan Yeyen dan Lenny, saya dan Mas Zani pulang. Lalu aku berkata, “Ah tidak usah dech, aku di sini saja, lagi tidak mood ngobrol sama orang-orang itu. Aku tanya pada Lenny, “Lho, kok kamu ikut, katanya sakit tenggorokan. Nyaris persis sama, aku sampai heran apa memang sudah janjian ya mereka. Kesel juga aku dibilang masih kecil. Keluarganya sudah sangat akrab dengan keluargaku, sudah seperti satu keluarga sejak aku lahir. Aku tanya pada Lenny, “Lho, kok kamu ikut, katanya sakit tenggorokan. Aku asyik memikirkan pengalamanku barusan, memperhatikan orang melakukan hubungan seks.




















