“Trus…?”seru beberapa orang berbarengan.“Dia emang temen lama. ganggu dong”
“Ga pa pa …kok”Dia lalu juga memiringkan tubuhnya, kami berhadapan. Bokeb “Laper gue….”sahutnya lagi. Kedua lantai dihubungkan oleh sebuah tangga putar, letaknya di sebelah dapur umum.“Sorry….maap…. “Ayo bicara”timbrung Eoshi dan Visio berberengan. Di sepasang bongkahan (maaf) pantatnya yg ketat, tak ada garis apapun. Mataku tak lepas dari dia menikmati goyang pinggulnya yg bak model jalan di catwalk.Wow ! “Trus…?”seru beberapa orang berbarengan.“Dia emang temen lama. “Iya kali. “Ayo bicara”timbrung Eoshi dan Visio berberengan. Dua anak muda ini memang kompak selalu. entah bagaimana awalnya, kami sudah terlibat dalam french kissing. Terang aja, waktu dia ke kamar kecil kan kita bisa pelorotkan celana kita. “Belum…. bentar lagi gue gabung” terdengar suara pelan Ditee dari kamar belakang.Ya udah… apalagi selain nunggu, sambil ngobrol ngalor-ngidul.Sementara Aku mulai “membangun” khayalan lagi begitu mataku tertumbuk Windy. Di lantai 2 ini sementara hanya ada satu orang penghuninya, yaitu Marcell.




















