Kobel terus. Sama saja dengan kakak Bram, Citra. Bokep Live Tia masih tidak percaya kenapa akhirnya dia setuju mencoba saran Citra. Tapi itu baru permulaan. Wajah perempuan bermake-up tebal yang asing itu terlihat norak sekaligus menggoda. Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Tia masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. “Udahan, nih?”Sekarang gantian Tia yang kaget. Hayo ngaku. Hampir 10 menit bibir mereka bertempur, lidah mereka saling serang. Sewaktu mau membuka pagar rumahnya sendiri, Tia kalang-kabut ketika melihat mobil Mercedes-Benz hitam muncul di ujung jalan. Cuma ekspresinya memang berubah; kalau tadi ekspresi PSK cari mangsa, sekarang tampang PSK kena razia. Cuma dia tidak berani bilang.“Gak usah nyangkal,” desis Tia. Dia ingin tahu, bagaimana jadinya nanti. Satu jam sudah berlalu sejak Bram pulang. Kalau kamu mau coba tanya orang lain, silakan.”“…” Tia diam saja.“Kalau kamu mau, aku siap bantu. Satu hal yang tidak diceritakan Citra ke Tia, karena Citra sendiri tidak tahu: kalau




















