Ibu Tiri Yang Ingin Kukentot (jilid 38, Adegan 3)

“Ahhh,” ia mendesah saat kulakukan itu. “Tidak apa-apa. Bokep Jalanan tampak lengang. Kali ini ia menarik salah satu tali bra-nya hingga terjatuh sampai ke lengan. Secara otomatis lenganku terangkat dan memeluknya. Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Jangan berhenti. “Letakkan tanganmu di sini,” bisiknya. Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Asal jangan tiga kali menginjak kakiku.”
“Mungkin lebih.”
“Ayolah. Yang kurasakan selanjutnya adalah birahi yang memuncak. “Nice,” ia berbisik di pipiku. Seperti apa yang kau mau.”
“Hmm. Segenap otot di tubuhku melemas. “Kamu mau kemana ini?”
“Tak tahu,” kataku. Nafasku tercekat saat ia melepas baju putih tipisnya. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga.

Ibu Tiri Yang Ingin Kukentot (jilid 38, Adegan 3)