Pada saat ini, anaku, yg berusia 4 tahun kutitipkan pada neneknya di kota Y. Bokep Japan Bisa dikatakan, penghasilanku hanya pas-pasan untuk menghidupi diriku dan anaku. Dengan rakus Om Roby pun menghisap putting payudara kiriku, sementara tangan satunya memilin dan meremas payudaraku yg kanan. Dengan sodokan-sodokanya yg keras, tubuhupun terguncang-guncang. Sorot matanya menunjukan kelicikan..“Hmmmmm….apapun kamu harus membayar hutang kamu”….”Atau kita selesaikan saja secara hokum??”..Ancam Om …Aku semakin panic dengan ancaman itu…“Ssaya mohon jangan pak…”“Saya pasti akan bayar…Saya masih punya anak pak….” Kataku tersedu-sedu…“Trus, kamu mau bayar pake apa?”“Kamu bilang nggak punya uang?”“Beri saya waktu barang satu minggu, saya bias usahakan”….jawabku putus asa… Satu minggu pun aku tdk yakin akan mendapatkan uang sejumlah itu.“Wah…wah…Aku meragukan kamu bakalan sanggup membayar”…Paling hanya menunda waktu…Gak ada gunanya”… “Saya nggak akan kasi keringanan lagi”“Sssayaaa mohon ommmm”….aku berusah menahan tangisku agar tak semakin keras…“Mhhhhh…baik…baik….” “Aku bias kasi kamu solusi”….”Supaya kamu bias lunasin utang kamu”Aku agak lega mendengar ucapan Om …Aku memandanginya dengan pandangan




















