Waktu itu akhir bulan Juni Karena akhir bulan, seperti biasa aku sibuk membaca dan mengevaluasi laporan hasil kerja anak buahku, dan menuliskan laporan untuk atasanku. Aku terpejam, merasakan nikmatnya diriku terombang-ambing ke alam tak sadar…, menggumam.“mmhh…, Albert…, nikmat sekali…, hh”.“Tiara, mau istirahat dulu?”.“Ngghh…, nggak…, langsung aja, goyang yang cepat! Bokep SMA Setuju!” Candanya dengan nada seperti orang sedang rapat kampung. Secara sukarela aku mengangkangkan kedua tungkaiku lebar-lebar agar ia bisa memandangi kewanitaanku yang telah membanjir karena ulahnya.Albert melepaskan kedua putingku, lalu menekan pahaku keluar, agar ia lebih bebas lagi memandangi kewanitaanku. Pas hari Jumat lagi.”“Oh, pasti lagi nyelesaikan progress report yah?“Iya, untung udah selesai barusan.”“Wah, baguslah. Dengan sisa tenagaku aku mencoba berdiri dan merapikan kemejaku yang telah kusut tak karuan karena habis bersetubuh tanpa melepaskan pakaian.Tak kukenakan kembali celana dalamku karena telah sedikit basah oleh cairan kenikmatanku ketika foreplay tadi.Kukenakan kembali blazerku, kulihat Albert sedang berdiri bersandar di pintu tanpa ada kusut sedikitpun di kemejanya, namun wajahnya




















