Lampu kamarku dimatikan sehingga aku tak bisa melihat siapa yang sedang berusaha memperkosaku. Berat badannya juga agak lebih berat dari Bimo tadi. Bokeb “Ada apa, mas?” tanyaku bingung. Sedang untuk tugas mencuci dan menyetrika sudah ada sendiri tapi dia kalau sore hari pulang karena rumahnya tak jauh. Rupanya mereka pun kasihan dan membantuku membersihkan diri. Sampai di sini trilogi kisah pemerkosaan atas diriku. Keluar dari keluarga India itu aku tidak pulang. Malu rasanya kalau baru dua bulan kerja lalu pulang. Sehingga tanpa obat perangsang pun kami tetap memiliki nafsu yang bergelora. Kalau mau lebih tahu, malam hari ada juga pria yang terlihat mengendap-endap memasuki salah satu kamar wanita, dan tidak keluar lagi sampai pagi hari. Ini benar-benar pesta seks hebat yang pernah kualami. Seluruh makanan dan minuman digelar di lantai dan kami duduk berkeliling di tikar. Malah kadang mereka duduk berjajar sambil senggol-senggolan.




















