Sambil duduk aku gak ngomong apa-apa, cuman megangin tangan Dimas sambil memberikan tatapan “rahasia” ke wajahnya. Bokepindo Tangan kiri Aku ngerangkul leher Dimas, Dimas mencumbui payudara Aku, tangan kanan Aku di “punya”nya Dimas. I love youu!!” Dimas teriak ketahanAku merasakan “punya”nya Dimas menegang, dan kayak ada sentakan-sentakan keras beberapa kali. Selama beberapa saat, kami berdua nggak bicara apa-apa, cuma saling rangkulan aja. Udah dua jam kita bikin PR. Dalam hati Aku bersorak, horee!! Aku bisa merasakan napas Dimas agak memburu. Kalau Aku gak pakai bra, payudara Aku gampang banget diintip lewat leher baju itu, Perfect.Aku kembali ke depan, nemuin Dimas, dengan memakai daster biru tua tadi, sambil bawa botol Coca Cola ukuran jumbo dan gelas dua biji.“Lah Tan, Coca Cola buat apaan? Aku gak tau deh, apa semua perempuan merasakan seperti ini? Atau bisa juga begini.” Aku bangkit sebentar trus nutup pintu ruang tengah.“Nah, gitu Mas.




















