Sepeninggalan Budi, Edwin langsung meluncurkan segala macam pertanyaan dan pernyataan. Bukan, paman sama keponakan, pikirku sambil mengerutkan dahi, berpura- pura seakan pertanyaan Edwin ngga masuk akal.Anehnya mereka berdua, Timo dan Edwin, seakan tidak melihat aku tadi mengerutkan dahi, mengacuhkan ekspresiku begitu saja. Bokep Barat Keras. Dijilatnya ujung kontol itu, lalu dilumatnya. Seketika itu juga Budi melihat ke arahku, dan aku hanya membalas pandangannya tanpa bergerak. Dan dengan lebih cepat Timo terlihat merasa nyaman dengan keberadaan seluruh kontolku di dalam lubangnya. Ini yang berbeda: sebelum-sebelumnya tidak ada Budi. Dan kemudian aku berganti mencium Timo. Aku dan Budi saat itu sedang duduk di sofa menonton acara di televisi. Lalu kita berdua duduk bersebelahan. Puas bercerita tentang dirinya sendiri, Edwin terdiam sebentar sebelum membuatku kaget dengan bertanya, “Kalian mirip kalau dilihat- lihat. Apa gue pake buang aja ya? Budi hanya terdiam, sesekali memaksakan diri tersenyum.










