Lalu kutarik tangannya ke ruang sekretariat, kami siap bertempur di atas meja sekretariat yang lebar. Aku rasanya ingin pipis. Bokep Barat “Sudah, Pak”, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”. “Pak, saya boleh nunggu dulu di sini, ya?”, tanyanya dengan suara serak-serak basah. Kalau berdiri di hadapanku, ia sengaja membuka kancing baju luarnya sehingga baju dalamnya yang tipis dan menonjolkan bukit dadanya terlihat. jeb! Pada hari-hari pertama, Dian memang telah menunjukkan sikapnya yang ‘mengundang’. “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”. Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Wah…, kalau begini, bisa panjang nih urusannya…, pikirku ngeres.Dan ternyata benar! Wah…, kalau begini, bisa panjang nih urusannya…, pikirku ngeres.Dan ternyata benar! Lima belas menit kami dalam berada dalam posisi seperti itu.




















