Aku tidur diatas ranjang yang besar dan kosong. Sedangkan pembantuku yang wanita tadi siang pulang ke kampungnya karena ada keperluan. Bokepindo Oding pun aku lihat belum tidur. Aku pun pergi ke situ. Aku tidak mau mengkhianati suamiku. Ada juga terbersit rasa penyesalan di dadaku karena telah mengkhianati suamiku dan menyeleweng dengan pembantuku yang sudah tua ini. Pada malam hari, suamiku mulai selalu pulang dalam keadaan capai dan terburu-buru.Suatu hari, suamiku kembali ke perkebunan. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mengerti lampu hijau yang kuisyaratkan padanya. Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya. Di ruang belakang, aku mendengar suara televisi hidup. Lalu tangannya melingkar di bahuku. Pak Oding sering mencuri pandang terhadapku. Suamiku amat pengertian dan mencintaiku. “Maaf, Bu,” katanya lagi sambil menjauhkan dirinya dariku. Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya.




















