Namun Lexy dengan tenang dan lembut
malah menghembuskan nafasnya di balik telingaku dan membisikkan sesuatu
yang tidak jelas (mungkin sejenis mantera) lalu menambahkan “Aku
mencintaimu Mei Ling”, ujarnya lembut. Film Porno Terus
terang jantungku agak berdegup karena perasaanku merasa tidak enak,
terutama karena aku mengetahui bahwa Lexy selama ini sering menatapku
berlama-lama dan caranya menatapku terasa sangat menelanjangi,
seolah-olah ingin memperkosaku. Tatkala aku sedang dalam posisi siap mendorong dari arah
kiri, kutengokkan kepala ke arah kiri, ternyata Lexy tidak berada pada
posisi belakang mobil itu melainkan berada tepat di belakangku dan
tangannya dengan cepat telah berada di atas tanganku dan jemarinya
telah meremas jemariku dengan lembut, mesra namun kuat. Setelah melewati puncak kenikmatan
tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap
berpelukan dengan erat. Makin lama cumbuan Lexy semakin hebat
dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti
terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Lexy tidak hanya mencium pundak,
tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain
mengusap-usap daerah terlarang milikku.




















