Meiis.. Bokepindo Terakhir aku melihat Farah di salah satu pusat perbelanjaan pada tahun 1998, kulihat dia sedang berjalan-jalan bersama ibu serta adiknya disertai 2 anak-anak kecil yang lucu, anaknyakah? Coba kamu rasakan deh.. Awalnya, kami berdua pacaran seperti biasanya. Kukecup dan kugigit-gigit kecil. indah kan?” kataku menggoda.“Ngga mauu.. Nafasnya dan nafasku tidak karuan lagi iramanya.“Maass.. cup.. Maass.. Sejenak aku memandanginya sambil perlahan-lahan tanganku menjamah, membelai serta mengusap-usap puting yang menggemaskanku.Farah tersadar saat aku masih memandang ke arah susunya dan tiba-tiba dia mengeluh sambil menyusupkan kepalanya di dadaku yang juga sudah telanjang.“Maass.. Dia membuka mata coklat tua yang indah dan berkaca-kaca. Ini wanita dewasa apa anak kelas 3 SMP?” dalam hatiku.Kalau aku boleh membandingkan Farah dengan bintang film atau sinetron zaman sekarang, Farah mirip dengan Monica Oemardi (tidak terlalu extreem kan).Terus terang para pembaca yang budiman, aku tertegun sampai Tonny menepuk pundakku sambil berkata, “Hey..




















