“Yak set 2!” Teriak wasit dari tengah lapangan.Aku istirahat dan turun minum digantikan oleh Melki, lalu saya duduk di bangku kayu pinggir lapangan melihat temanku Melki bermain, dia sedikit lebih hebat dariku. Bokep Jilbab/Hijab Penasaran akan hal itu, saya mencoba mencuatkan kepalaku keluar dari tirai pembatas counter. Yang itu ya?”
“Sedikit lagi kak. e.. kalo-kalo..” Belum selesai kata-kataku, Kak Jefri mendekatiku dan bertanya dengan serius. Sambil memegang jidatku, aku menatap ke atas, ternyata teman-temanku sudah mengelilingi dan tertawa-tawa melihat kebodohanku. aku cuma main-main.. Malam itu aku bertekad agar esok saya harus bisa mengatakannya terang-terangan.Kesempatan itu akhirnya datang, saat latihan berakhir, semua atlit sudah pulang, kecuali Jefri yang berada di ruangan loker. badannya sangat terbentuk, kulitnya putih dan wajahnya itu mulus, dan tambah lagi.. badannya sangat terbentuk, kulitnya putih dan wajahnya itu mulus, dan tambah lagi.. Tapi tunggu dulu.. ah!




















