Tidak berapa lama, perutku terasa sakit. “Ada apaan nih Ma? Bokep Thailand Malam itu rasanya dingin sekali, jalanan basah karena hujan beberapa saat yang lalu. Kami berdua terengah-engah setelah pertandingan itu. Aryo menjawil pinggangku, “Kenapa sih Mas Den?”
Aku hanya tersenyum, “Ah anak kecil mau tau urusan orang dewasa aja!”Tak lama kemudian pintu kamar DJ terbuka, dan terlihat kamarnya yang berantakan. Sepertinya mereka sedang nonton VCD yang diomongin Reza tadi siang di telepon. Malam itu rasanya dingin sekali, jalanan basah karena hujan beberapa saat yang lalu. Tolong Tante ya?” pinta Tante Ida. Kok ngeliatin Aryo aneh gitu?”
Aku tersenyum, “Nggak, Mas Deni pikir setelah diliatin lama-lama kamu kok nggak mirip ama mama papa kamu.. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil.




















