“TOLONG…!! Bokep Japan sekarang bagian puncaknya… beginilah nanti nyawa kamu kita ambil… hehe” ucap pak Jun.“Iya pak Jun dan bapak-bapak semua… Mita rela dibunuh kalian, ayo-ayo bunuh Mita…” ucapku manja.“Duh…. Sesaat kemudian pisau itu ditempelkannya di leherku. Oh Tuhan, apa sih yang aku pikirkan!?****Malamnya aku terbangun, aku diajak pak Jun kembali ke ruangan penjagalan. Aku betul-betul pasrah menunggu mati sekarang ini.Berkali-kali pak Jun kembali memaksaku untuk melihat rekaman-rekaman penjagalan. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku sampai pada titik ini: rela dibunuh oleh mereka. Masa aku disuruh membunuh perempuan itu! Sumpah, ucapannya bikin aku bergidik ngeri. Ya tuhan! Harus ku akui, aku sangat suka tubuhku dipuja-puja sampai mau dijilatin seperti itu. Aku kesulitan bernapas. Hihihi”“Iya… pasti terjamin enaknya…” Pak Jun kemudian mengelus lenganku “Tuh, mulus banget kulit kamu, kulit kamu kenyal, pasti dagingnya juga empuk…”“Hihihi, pak Jun nakal pegang-pegang…”“Hahaha… Kamu itu gemesin banget Mita… jangan sampai aku bunuh kamu sekarang lho… hahaha”“Hihihi, kenapa pak?




















