“Pah, Mamah kangen dan rindu banget deh”, katanya lagi sambil berbalik menindih tubuhku. “Ah, oohh… eng.. Bokep Barat teruss… aduuuuhh… teruuss, Mamaahh… maooo… keluaarr!” Ningsih berteriak-teriak keras sekali sambil seluruh badannya bergetar dan bergoyang, keringat kami bercucuran seperti habis mandi membasahi sprei. “Paahh…, gelliii… sayaang… oooggghh, Paahh…, naikin Mamaahh… Paahh…” Matanya merem ayam dan dadanya semakin turun naik. Kupeluk dan kucium Ningsihku yang terkulai puas dengan senyuman tersungging di bibirnya yang merah muda tanpa gincu. Jawabnya karena Papah sudah punya anak, isteri dan kedudukan tinggi. Batak ini memang tegas dan kasar, tapi hatinya sangat lembut dan baik. kan kasihan Pak, katanya penting sekali, dan besok Ibu Ningsih mau pindah ke Bandung”
Reni, sekretaris baruku itu mulai mendesakku untuk menerima saja telepon Ningsih itu.




















