Paling ia pikir koleksi perhiasan murahannya dalam bahaya.++++++++Tentu saja Said tetap menuruti Emak. Bokeb Celakanya, atau untungnya, Oneng tidak memakai celana dalam.Samar, terlihat memek Oneng mengintip malu2 dari bawah daster tipisnya.Said selalu berpikir Oneng cukup menarik. Samar, namun cukup jelas untuk membuat ibu-ibu komplek menahan napas, menghentikan tawa-tawa ala tukang gosip dan menghentikan suapan-suapan rakus mereka, serentak memperhatikan dengan seksama betapa menjanjikannya ukuran kontol lelaki itu jika dilihat dari cetakan samar yang terbentuk.Setelah itu Bang Said akan menyapa, “Pagi ibu2!” dengan suara beratnya yang lantang dan tegas. Jari-jari kapalan nya menekan permukaan memek Oneng naik turun.Kali ini Oneng bereaksi dengan munculnya cairan dari memeknya.Said sudah yakin disitu. Sekarang tangannya meremas kontolnya dari dalam. Memek merah Oneng terekspos jelas di depan mata Said dengan posisi yang belum berubah.Nafas Said makin berat. Ya, setiap pagi Bang Said muncul ke depan, masih dengan rambut dan air muka yang acak-acakan. Siapa yang mau merampok rumah Emak? Jari-jari kapalan nya menekan




















