IPX-689 My Father-In-Law’S Favorite Food That I Hate To Die Was A Girl ○ Raw Me … Bokep Jilbab/Hijab Kaede Karen
Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. “Hmm..kamu menyukainya bukan? Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. “Ya Erik..aku adalah milikmu. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua.




















