Sebagai seorang lelaki, mendengar penawaran Laura, aku malah berpikir yang tidak-tidak, dan membayangkan apa yang ada dibalik CD nya itu.Namun semuanya berusaha aku redam, karena walau bagaimanapun, di PT. XNXX Bokep Bel istirahatpun berbunyi, dan kami langsung menuju kantin untuk makan siang.Baru saja aku selesai makan, Laura mendekatiku dan berbisik “Besok Bapak saya tunggu di Hero sekitar jam 10.00 pagi, ada yang ingin saya bicarakan, saya tunggu didepan ATM”. Jilati terus yang.. Sambil tetap memperhatikan monitor, aku menyebutkan satu persatu nomernya.Ketika mereka ikut memperhatikan cara kerjaku, tiba-tiba, “Buukkk..” tanpa sengaja, tangan Emi menyenggol buku yang aku simpan disisi meja. Maaattt.. “Boleh saja sih, tapi boleh tidak kalau Fais ngentot Laura, soalnya kontol Fais udah tidak kuat nich, pengen buru-buru berada di dalam memek Laura. Nikmatnya.. Tapi karena yang aku tahu cuma hotel tempat satu-satunya yang cocok untuk berduaan tanpa takut terlihat orang lain, walau terlihat agak ragu, Laura akhirnya menyanggupinya.Sekitar jam 10.30, kami sudah sampai di front




















