Aku mengangguk dan jawabanku membuat kening Bu Lastri berkerut.Saat Bu Lastri berniat menginterogasiku lebih jauh, muncul Pak Ilham. Bokep Ojol Inimu mantep dan enak,” kata Pak Ilham sambil mencengkeram dan meremas gemas memek Bu Lastri.“Saya kan sudah melayani bapak beberapa kali. Kulirik jam di dinding kamar, sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih sedikit. Pak Ilham seperti kehilangan akal karena keinginannya tidak dituruti. Ia naik ke ranjang dan mengangsurkan kontolnya yg berukuran tak terlalu besar meminta untuk dikulum. Namun agaknya bukan aku saja yg kecewa. Awalnya Bu Lastri masih berusaha berontak. Bukan cuma mengkira-kira dari bentuknya yg membusung tercetak celana dlm warna hitam.Tetapi tidak Pak Ilham masih ingin mendapatkan layanan lain dari istri almarhum Pak Munib. Dipakainya untuk membalut diri dan menutup tubuh. Padahal letak kamar mandi berada tak jauh dari ruang kantin.Secepatnya aku berusaha keluar dari ruang kantin. Posisinya sebagai pengelola kantin memang sempat nyaris tergusur gara-gara ada pihak luar yg mengajukan diri ke pihak yayasan.Namun entah










