Aku ikut ibu bekerja sudah 3 bulan aku juga diberi gaji sendiri. Aku pengen bekerja membantu ibu mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bokep Cina Air mata menetes saat itu, aku tahan untuk tidak menangis. Aku buruan mandi dan berdandan rapi menyambut suami bu Sela. Belum lagi cucian menumpuk sangat banyak. Perlahan demi perlahan masuk ke dalam,“ooohhh….aaaahhh…pak sakit aaaaakkkhhh….aaaakkkkkhh….”
Selaput keperawananku sudah pecah dan mengeluarkan darah. Putingku yang menonjol dimainkan dengan jemarinya. Denger-denger sih suaminya mau pulang dari luar kota. Pak Rendra berhasil merenggut keperawananku. Yang aku herankan majikan ibu bu Sela jarang di rumah. Aku masuk ke kamar pak Rendra udah siap dengan posisinya. Capeknya dua kali lipat dari hari biasanya, banyak perintah keluar rumah untuk membeli sesuatu,“buk..capek aku mau istirahat..”
“iya Dinar kamu istirahat saja dulu di kamar…”“pak Rendra kebanyakan perintah ya bu..”“eh nggak boleh gitu, dia majikan kita jangan ngomong gitu lagi ya nak..”
“hmmmm..ya deh buk…”Ibu kok nggak ada capeknya ya semua dilakuin dengan senang hati.




















