Diciumnya bibir Om Rudi cukup lama, kemudian diakhiri dengan sapuan lidah. Tidak kalah mengejutkan lagi adalah kalau ternyata Om Rudi juga mengenal laki-laki paruh baya tersebut. Bokep Colmek Ini juga terlihat dari setelan jas hitam yang dipakainya saat itu. Tubuhnya yang sedikit berisi justru membuat karakter kebapakannya terlihat jelas. Sekilas ia melirik ke arah Rido dan melihat laki-laki itu juga sedang sibuk dengan lawan bicaranya. Dilain pihak Cinta nampak panik. “Kalo cium bibir di kasur boleh dong?”. Tak mungkin Om Ridwan mendapatkan nomor ini dari Felisia. Tatapan laki-laki itu masih ke arah yang sama seperti saat tadi pertama kali ia memergokinya. Mengunakan tas jinjing ia menutup celah diantara rok jeans pendek yang dipakainya. “Kita sudah sama-sama dewasa Ta, jadi Om bakal cerita terus terang saja…”.Om Ridwan kemudian bercerita panjang lebar tentang kebiasannya bermain wanita dan gadis-gadis muda. “Memang siapa pembimbing kamu?”. Cinta tak tahu harus berkomentar apa. “Udah ditunggu?”.




















