Pokoknya the show must go on!Besoknya, pagi-pagi dari kantor kutelepon ke kantor dia, yah.. Bokep Mama Kuparkir mobilku tepat di mulut pintu PT X, tapi jaraknya dari pintu sekitar 15 meter. Padahal baru pertama kali. Pokoknya di situ kami ngobrol lagi. Tapi kan dulu, aku tidak tahu. Dan kebetulan dia memakai kemeja. Waktu itu yang menerima cewek (wah suaranya oke punya!), tapi waktu itu aku tidak peduli mau cewek, mau cowok pokoknya yang ada dalam pikiranku barang itu harus ada secepatnya. Biar dia tidak kebingungan mencariku. Aku tipe laki-laki sopan sih, nggak langsung tancap gas.Dia hanya merem saja menikmati ciumanku sambil kadang-kadang mendesah, keenakan barangkali. Semakin diciumi, nafasnya semakin tidak beraturan, sambil aku sekali-sekali melihat ke arah dia, mukanya jadi merah sekali (seperti orang Jepang di musim salju) bibirnya juga yang agak membuka, seksi sekali. Walaupun aku telah merawaninya hari Minggu itu, tapi hubungan kami belum bisa dianggap sebagai pacaran.




















