Aku merasa tidak enak.. Bokep Montok Setiap hari, matanya tidak luput memandangku dari ujung rambut sampai kaki. sampai2 Mas Hendra heran akan sikapku yang berubah dingin dan gelisah. Entah kenapa akau, mau saja diajak turun dan amsuk kerumahnya, yang dikelilinggi pohon2 besar.Rumahnya terbuat dari kayu dan beratap genteng yang telah tua. gak ada rasanya. Iapun kaget, namun aku berusaha mengatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak. Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Hendra dan kadang aku nyetir sendiri. Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, namun aku tancap gas. Perasanku kepada Mas Hendra biasa saja. Lalu ia sarankan aku untuk mengambil seorang sopir, untuk mengantarku.Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri.




















