Mungkin dia juga sedang mengharapkan sesuatu dariku.Aku menjawabnya dengan mengulang perbuatanku di belakang kursi kerja Mama. Aku bahkan harus berterimakasih, karena mama (demikian aku memanggil kepada ibu tiriku) memperlakukanku seperti kepada anaknya sendiri. Bokepindo Karena aku rasakan sendiri, setelah aku memiliki hubungan rahasia dengannya, aku diperlakukan semakin baik olehnya.Waktu ia meninggalkanku, aku sudah duduk di kelas 1 SMA. Tapi yang jelas ia memperlakukanku sebagai anaknya sendiri. Mama masih diam juga. Mama masih diam juga. Saat itu aku duduk di depan TV, pura-pura menonton TV. Sambil memandangku dengan senyum manis. Buah dada Mama tidak sebesar buah dada Mbak Ning. sahutku sambil berusaha menenangkan diri.Anehnya Mama diam saja. Lalu katanya lagi, Kamu punya jauh lebih besar daripada punya papamu, Ton…oh iya…almarhum ibumu kan orang Arab ya?Aku tidak menyahut. Saat itu ayahku sedang di luar Jawa untuk mengurus bisnisnya. Keinginan untuk mengintip ibu tiriku waktu mandi!Kamar mandi itu ada dua pintu. Tapi rasanya buah dada Mama lebih kencang dan




















