Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Bokep Montok Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Aku kini mulai bingung. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Ketika hujan datang, aku membasah. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Aku serius soal ini. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan.




















