Itu namaku. Film Porno Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Aku pun merasa ketakutan. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Tapi, tidak saat ini. Mukaku terasa panas. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Kenapa katamu?! Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.Aku melihatnya. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.




















