Sungguh,dadaku tiba-tiba berdetak kencang sekali,“ Bang, Bang kiri Bang..! Bokep Barat Keras sekali. ” ujarnya merajuk. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Dia mau pulang dulu menjenguk orang tuanya sakit katanya sih begitu, ” kata Fera. Ke bawah lagi: Tidak. Hap. Jendela kubuka. Namun, tiba-tiba keberandianku hilang. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, dia tidak akan datang begitu saja. Kaki kusandarkan di tembok yang membuat dia bebas berlama-lama membersihkan bagian belakang selangkanganku. Sampai dia selesai mengelap bagian belakang selangkanganku dan berdiri. Tangannya halus. Ah, kini dia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Sambil menjawab telepon di kursi dia menunggingkan pantatnya. Ah segar. Ah segar. Begitu kebetulankah ini? Jari tangan mulai dingin. Aku masih di atas angkot. Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa.




















