“Eriik!! Bokep Jilbab/Hijab Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. “Erik marah..”, pikirku. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Sudah kuputuskan! Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. “Ya Erik..aku adalah milikmu. Tapi, tidak saat ini. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata.




















