Hmm..begini, Randy mulai cari-cari duit sendiri mah..eee sekali lagi bukan karena jualan drug…sumpah, tapi anu..ikut-ikut teman jadi fotografer dan desain grafis. Meski kali ini di hadapanku bukanlah anak kecil lagi, tapi pria beranjak dewasa dengan segenap kemaskulinannya. Bokep Remasan-remasan kasar menjamahi payudaraku, diikuti ciuman-ciuman hangat di wajah dan bibirku. Namun sesosok wajah asing tepat di hadapanku, lalu “mmmff…siapa..pfff”, teriakanku terhenti ketika satu telapak tangan membekap mulutku, tanganku berusaha menggapai, tetapi semacam ada kekuatan yang menghalaminya, aku menoleh ke kanan dan kekiri…betapa terkejutnya aku, dua orang lelaki muda yang tak kukenal masing-masing memegangi tanganku,sementara di atas tubuhku yang telah telanjang seorang lelaki lain tengah bersemangat merobek-robek kehormatanku. Pemuda itu duduk dengan seringai puas sambil mencoba mengatur nafas. “oouhh…ouuhh…shhh”, aku merintih dan mencoba menggigit bibir agar rintihanku tak terdengar nyaring. Sementara pria lain di atas tubuhku tak lama kemudian menimpa tubuhku dan memeluku erat seolah-olah ingin meremukan tulang-belulangku, dan kembali siraman cairan terlarang membasahi rahimku…membawa efek berantai kembalinya




















