Biarlah! Bokep Korea “Ah! “Sering-sering, deh, begitu..”, kata Surti sambil melirik nakal.“Nanti kamu kewalahan, lho!” kata Bari sambil mencubit hidung istrinya. Baginya, suami yang pulang dengan sehat dan cerita, lebih penting dibandingkan perang di sana-sini, persoalan politik di mana-mana, atau selebriti dunia yang muncul tenggelam. “Kan, memang itu permintaan kamu tadi siang.., nanti malam kamu atur lagi, ya.., Ya, kan!?” sahut Surti tak mau kalah. Pagi-pagi sekali, sebelum mandi dan sarapan, Bari sudah menelusup ke leher istrinya, mencium dan menggigit-gigit kecil untuk membangunkan Surti. Sambil tetap tersenyum, cepat-cepat ia bangkit dan melangkah menuju kamar. Ia memeluk erat-erat suaminya, menggelinjang sambil tertawa kecil.“Kamu tidur dengan pakaian lengkap, seperti mau upacara bendera!”, protes Bari sambil meremas-remas bagian belakang tubuh Surti. Segera pula ia mengerjakan “dua-dua”nya, yakni menaik turunkan pinggulnya sambil memutar-mutar.




















