Kuhamburkan seluruh cairanku ke dalam vaginanya.“Ahhcckk.. Gerakannya makin cepat dari sebelumnya, dan dia berhenti sambil mendekapku kembali. Bokeb uh, nikmat banget ya..!” kata Ibu mertuaku.Dengan gerakan seperti itu tak lepas kuremas payudaranya dengan pelan sesekali kucium dan kujilat. Kuajak dia berdiri di samping ranjangnya.Sepertinya dia bingung mau diapain. Cuma sebentar dia ciumi burungku, langsung dia menaikku dan memasukkan burungku ke vaginanya. Gerakannya makin cepat dari sebelumnya, dan dia berhenti sambil mendekapku kembali. Tetapi memang nasib keluarga kami yang masih belum diberikan seorang momongan.Di rumah itu kami tinggal bertiga, aku dengan istriku dan Ibu dari istriku. Aku benar-benar terbuai dengan kelembutan yang diberikan Ibu mertuaku kepadaku. Kubalik tubuhnya dan kembali kumasukkan burungku ke vaginanya.Dia memelukku dan menjepit pinggangku dengan kedua kakinya. Sepertinya dia mengerti bagaimana kita akan bermain.




















