Aku tanya lagi”Kenapa nangis Na..?” akhirnya dia minta maaf padaku sampai terjadi ML denganku. Bokeb putih.. Begitu terlepas, dia melepaskan pelukanku dan mengajakku ke kamarnya.Sambil berjalan dibelakangnya aku baru bisa memperhatikan badannya dari belakang…. Kebetulan waktu itu sudah mendekati jam 5:30.”Ok.. Aku menurut saja, karena aku tahu Nana adalah orang yang keras dan berprinsip dan aku menghormati keputusan dia.Dikantor pun jika aku ke kantornya untuk meeting kami bertemu tapi biasa saja (tapi dia sudah tidak judes lagi padaku), walaupun dari sorot matanya aku dapat menangkap signal-signal sayang, sehingga aku lebih banyak diberikan kemudahan2 di kantornya Wajahnya memandangku seperti memohon kepadaku untuk segera memasukkan kemaluanku.Akhirnya aku mulai kasihan padanya. aku mau sampe….” Kataku.”Tahan bentar Rian, aku juga mau keluar lagi..” dan dia memompa lebih dahsyat. dan perlahan tapi pasti kemaluanku amblas semua. ”Ga salah nih kangen sama gue..? Aku segera mengulangi lagi pertanyaanku”Na..




















