“Ayo cari hotel mba ..” bisik Hamidi di telinga mba Sal. Meski masih terhalang pakaian dalam , Hamidi masih bisa merasakan kehangatan memek mba Sal yang bersembunyi di balik selangkangannya. Bokeb Mba Sal diam membiarkannya. Mba Sal menggerakkan sedikit tubuhnya tetapi masih belum ada tanda-tanda penolakan. Sepeda motor Hamidi ada di garasi sebelah mobil merah. Dia hanya mengukir senyum sambil melemparkan pandangan kosong ke depan. Hamidi terus memilin puting payudara mba Sal sampai dia melihat tangan mba Sal kuat meremas kursi bioskop. Mba nanti kabari Midi. Rumah Midi tidak jauh kan? “Dingin ya mba..” tanya Hamidi. Mba Sal tetap diam dan membiarkanya.. Dia mulai menggerakkan tangannya hingga telapak tangannya sudah berada di atas paha mba Sal. “Iya… terus di persimpangan itu, dan kemudian rumah nomor 5 dari kanan,” Hamidi menjelaskan.Mobil berhenti ketika tiba di depan rumah Hamidi.




















