Sumpah enak banget tadi itu Ci!” katanya di dekat wajahku.“Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres,” kataku sambil membelai lembut rambutnya.“Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat,” suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku.“Gua isep sekarang yah Ci” katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Felix mulai beraksi di payudaraku. Bokep Colmek Ayo lagi tanggung nih!” kataku sambil membenamkan wajahnya ke dadaku lagi.Dari ringtonenya aku tahu itu pasti salah satu dari geng-ku, kalau tidak Verna, Indah, atau Ratna, paling-paling mau ngajak jalan atau ketemuan, nanti juga bisa.“Ci, tapi itu.. Gila banjir banget lu tadi, tapi enak, hangat!” komentarnya.“Kamu capek Ci? Wah anda ini lagi jatuh cinta sama siapa ya, sampai dibawa-bawa ke gambar begini, siapa nih di sini yang rambut panjang dengan kucir ke belakang,” sambil memperhatikan semua mahasiswi di kelas ini.Kontan satu kelas termasuk aku tertawa-tawa dan saling menunjuk siapa yang di dalam gambar itu, wajahnya jadi




















