Tangan ferdy dengan lembut membelai rambut panjangku, “lidya sayang… Selamanya kita bersama ya, sayang.” dan ciuman lembut, romantis mendarat di bibirku.“Iya, mas..” ku cium bibirnya lambat tapi sesaat. Bisa ku rasakan vaginaku mulai basah karena tindakan tadi. Bokep Montok dalam hati aku benar-benar malu, karena mendesah. Sekitar 45 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. lidya lupa pesan mau pulang telat. Ternyata ciumanku membangunkan ferdy yang kemudian membalas ciumanku dengan lebih bergairah dan menggigit telingaku.“Selamat pagi sayangku, cintaku,,” ucapnya. Semakin lama ferdy memberikan rangsangan di dalam vaginaku, membuatku menggeliat dan mengerang semakin kuat. Belum selesai aku mengatur nafas, ferdy berada di antara kedua pahaku, dijilatinya kedua payudaraku, turun ke bawah, menjilat kedua perutku. Sedih juga, liat dia udah tidur. Tapi lebih dari itu kami belum pernah.




















