Selama satu jam aku di café itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan. Bokep Thailand Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. sukanya memberitakan kesusahan orang lain. Roni tidak mendengar keluhanku bahkan ia merayuku dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi tuhan” kebetulan Roni beragama Islam aku keristen. lain orang lain tingkah lakunya beratus teori yang di buat cowok-cowok keren yang mendekatinya, yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Waktu itu Ramah masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu disini bisa kita jaga kemanan. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebutkali mendengar kisah Ramah kenapa terjuan kedunia malam”.Ramah yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku. Melihat kemontokan




















