Pinggangnya tidak berlemak. Film Porno Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. 1 menit-an kumainkan pentil–pentilnya, lalu sedikit kuremas susu kirinya. ”Heeh..iya Pak”, Tina menjawab sambil tersenyum manis. Dibasahinya sabun dengan diguyur air lalu digosokkan ke tangan kiri, perut, penis, bola-bolaku. “Bapak saya mandiin dulu ya”, kata Tina. Tangan kanannya meremas dan menarik-narik penisku. ”Bbuurrruunnggg Bbbaapppakk jjjuugggaaa”. Hitung-hitung Bapak sudah nolongin saya”. Saya nggak akan bilang siapa-siapa. Tina juga menatapku. Terlihat paha, pundak dan daging susunya. Tina hanya bisa mengeluarkan suara yang tertahan ”nngg..emmppfftt..nnngggg”, begitu berulang. “Ouuh Paakk..“, Tina mulai mendesah. Kubuka kaosku dan kusampirkan di cantolan yang menempel di tembok. ”Tolong ambilkan semprotan serangga di gudang ya Pak..cepet ya Pak..atau..”, tidak terdengar lanjutan kalimatnya. Tangan kanan kuusap-usapkan di vaginanya. Selesai menyelesaikan buka komputer aku kembali ke ruang keluarga yang melewati kamar pembantu dan kamar mandi mereka.




















