Sepertinya cukup berhasil, wajahnya sedikit menurun ketegangannya. Selesai membuka kaos, aku posisikan tubuhku diantara selangkangannya, dia membuka selangkangannya agak lebar untuk memudahkanku menindihnya.Aku kembali menciumnya, kali ini sambil meremas-remas payudaranya yg memang masih sangat kenyal itu. Bokeb “Tawaran yg mana ya mbak, maaf aku lupa” jawabku.“Yg minggu lalu itu loh, katanya mau bantuin aku” jawabnya lagi.Tapi karena aku bener-bener lupa, dengan polosnya aku jawab “Bantuin apa ya ?”“Ya udah kalo udah lupa ” jawabnya singkat.Aku berfikir keras, aku udah janji apa ya sama dia minggu lalu. Sementara jari tengah tangan kananku mulai menusuk memeknya, terasa memeknya berdenyut-denyut hebat.Mbak Femi tdk sabar kemudian membalikkan badannya, kemudian dia menciumku dengan ganas, sedangkan tangannya menyerbu celanaku berusaha untuk mengeluarkan k0ntolku, Aku buka ikat pinggang dan resletingku sehingga mbak Femi bisa menarik k0ntolku keluar dan mulai mengelus-elusnya.“Mbak dikamar aja yuk” ajakku.Mbak Femi cuma mengangguk. Aku loloskan tanganku kedalam kaosnya mencoba melepas kait branya dari belakang. Aku cium pinggulnya kemudian paha




















