Sangat nakal! Bokep Rusia Yo membuka pahanya. Orang yang menyadarkanku adalah kakak seperguruanku yang sangat perhatian dengan diriku. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri. Waktu itu aku lagi duduk-duduk di sebuah bangku putih panjang di Palm Court di UCLA setelah selesai kuliahku hari itu. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri. Aku melihat batang kemaluanku “berdarah” dan beberapa bercak darah menetes ke sprei tempat tidurku. Kumatikan suara TV yang sedang menyiarkan berita CNN melalui remote control. Akhirnya, dia berhasil meyakinkanku untuk “get over it” dan “get real” dengan situasiku. Yo mempunyai darah Belanda dari ibunya. Aku memeluknya.“Frank… aku pengin, tapi aku takut!” kata Yo. Sambungan dari bagian 02Ketika keluar dari kamar Jeanne, aku mencium wangi makanan. Tuhan memang memberiku otak yang encer. Aku pun sebetulnya malu untuk menceritakan tentang dia.Makanya, tak heran apabila aku tumbuh menjadi anak jalanan. Setelah kutunjukkan kemampuanku pada semester pertama kuliah, akhirnya semester berikutnya aku mendapatkan beasiswa.




















