Om Ridwan tersadar dari lamunannya. Bokep Family Hehehe”. Apalagi Om Ridwan sekaligus menawarkan bantuan tentang skripsinya. “Iya nih, Feli juga lagi sibuk bimbingan terus”.“Gitu deh Om, soalnya pembimbing Cinta agak sedikit killer orangnya”. Oh tentu tidak.Cinta bukanlah tergolong gadis yang berasal dari keluarga berkekurangan secara ekonomi. Laki-laki itu nampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Cinta saat itu. Ia pun mendekat dan mencium pipi Om Ridwan. “Sama dong, gue juga habis nyoba rekomendasi temen”.Detik ketika mata laki-laki itu menatap ke arahnya, ibarat petir di siang bolong bagi Cinta. Matanya melirik lagi ke arah laki-laki paruh baya yang duduk beberapa meter didepannya. Itu sebabnya Felisia juga menjadi sedikit agak bebas dan liar dalam bergaul. Hanya suara-suara pengunjung cafe yang terdengar riuh disekitar mereka. Setelah lama dalam kebisuan Cinta pun menjawab, “Tapi gak murah lo Om”. Dilain pihak Cinta nampak panik. Direktur di sebuah perusahaan ekspor impor milik orang tuanya. “So.. Mungkin saja ia baru selesai menikmati kehangatan tubuh




















