Selama ini aku hanya mengetahuinya dari buku, majalah, atau film. Setelah berkenalan, aku sering menelepon dia. Bokep Arab “Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. Badannya bagus dan mulus! Yo mendesis dan mengerang saat buah dadanya aku “kerjai”. Dari situlah aku mulai menata hidupku dan bisa seperti sekarang.Aku masih ingat pertama kali aku melihat Jeanne. Dia bukanlah seorang bisa dijadikan contoh dan dibanggakan oleh anak-anaknya. Tak jarang pula aku harus menerima hajaran dari ayahku kalau aku berusaha melindungi ibuku. “Do you need help, Sweety?” bisikku pada telinganya. Berbagai macam perasaan silih berganti menerpaku. Namanya Yolanda. Aku memeluknya.“Frank… aku pengin, tapi aku takut!” kata Yo. Aku sendiri pun masih malas beranjak dari tempat tidur, lagipula hari ini adalah hari libur.Kembali pikiranku melayang dan melamun.




















