Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Come on lets go! Bokep Mom Si Junior sudah mengeras. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon.Ia kerja di sana? Ia cukup lama bermain-main di perut. Astaga. Ketika Si Junior melemah ia seperti tahu bagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagian pangkal paha. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Badannya berbalik lalu melangkah. Aku mengurungkan niatku. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Kaki kusandarkan di tembok yang membuat ia bebas berlama-lama membersihkan bagian belakang pahaku. Karena itulah, tidak akan hadir kesempatan ketiga. Masih ada esok.




















