Antara percaya dan tidak. Bokepindo Perjalanan ke hotel yang
dimaksud wanita itu tak terasa olehnya, kini ia sudah sampai di depan
pintu kamar yang ditanyakannya pada receptionis. Kini kau menemukan aku, lampiaskan
itu. Wanita itu seperti ingin mengatakan sesuatu pada Edo. “Cobalah
realistis, Do. “Perasaan kamu yang dikhianati, apa kamu masih dendam?”, tanya sang dokter seperti merasa ingin tahu. “Ooohh Bu dokter…, ooohh…, ibu juga pintar mainnya…, ooohh, Bu dokter cantik sekali”, balas Edo. “Oh Edo sayang, ibu juga suka sekali sama kamu. “Tapi kamu mainnya kok hebat banget? Wajahnya kini kembali
cerah, seberkas senyuman terlihat dari bibirnya yang sensual. “Bangsaat..!”, Teriaknya kemudian sambil meraih sebuah bantal guling dan menutupi mukanya. Kini
dibelainya rambut sang dokter sambil menciumi pipinya yang halus dengan
mesra.










