Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Akhirnya aku bilang Jumat malam aku akan pergi ke toko baju beli gaun untuk wedding. Bokep Arab Aku heran, untuk porsi makannya yang jumbo, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi dia tergolong kurus. Aku memang sudah nafsu sekali, aku sudah siap sebenarnya… dia malah masih berpakaian utuh. Aku bangkit duluan. Kugunakan jari-jarinya sebagai pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar. Sebenarnya aku tidak ada rencana bagaimana harus menghadapinya. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. “Khristi, nanti kita lanjutkan di rumahku, setelah dinner.” katanya sungguh-sungguh.Kelvin keluar dulu. Kepalaku menggeleng-geleng. Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif. Kepalaku menggeleng-geleng. Siang itu aku menitipkan mobilku untuk regular maintenance. Aku berucap,
“Inilah gaun yang kupilih.”
Sepertinya dia tidak tahu mau bicara apa.




















