Untuk mengatasi kejenuhan, aku jalan-jalan di kota tersebut. Namanya Ani. Bokeb Kupandangi dadanya di balik BH putihnya, kupandangi seluruh tubuhnya, kulitnya yang sawo matang.“Kang, bener Akang cinta ama saya?”, tanyanya lagi. Namanya Ani. “Ah Akang!”, katanya lagi dengan tersipu.Lama kami berpandangan, dan aku mulai mendekati dirinya. Kami saling berpegangan, meraba dan membelai. Singkat cerita kami berkenalan. Duh, senang sekali aku bisa kenalan dengan gadis seperti dia. Secara tak sengaja aku memandangi seorang gadis yang bisa dikatakan cantik.Wajahnya memancarkan kecantikan alami yang jarang ditemui pada seorang gadis kota. Pada liburan semester selanjutnya, kami berjanji bertemu di rumahnya. Kubaringkan ia di tempat tidur, lalu kuciumi seluruh tubuhnya. Kami saling berpegangan, meraba dan membelai. “Ah, nggak ada apa-apa!”, jawabku. Dalam hati aku bertekad untuk menikahi gadis itu, karena aku sangat mencintainya… Pada liburan semester selanjutnya, kami berjanji bertemu di rumahnya.




















