Lima menit kemudian yang sebenarnya kami ingin istirahat, aku mendengar suara…!Sontak saja aku kaget, maka aku suruh Nur berpakaian seperti biasa dan segera keluar dari kamarku. jangan nangis.. Bokep Jilbab/Hijab jangan iihh…” tolaknya tanpa ada pergerakan dari tangan.“Kenapa.. jangan nangis terus.. sudah.. berterima kasih sekali.. Ku korek-korek isi dalam pantatnya itu sampai dia terangsang dari permainan seksku. Pak.. Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Nur.“Sudah, Nur.. Maka batang kemaluanku sudah digenggam oleh tangannya lalu disepongnya, dikulum dan disedotnyaLiang vaginanya sudah kujilati dengan lembutnya, vaginanya mengeluarkan harum sekali kita aku jilati, sementara rasanya agak manis terlebih ketika biji klitorisnya terjilat. “Terima kasih Pak, Santi senang sekali bisa meneruskan sekolah, terima kasih Pak, Bu.”“Ya, tapi kamu harus rajin belajar, dan kalau sudah pulang sekolah kamu harus bantu ibumu,” kata istriku sambil berpelukan dengan Santi, kulihat di wajah ibunya Nursyifa pun terlihat keceriaan.Enam bulan berlalu sejak Nursyifa dan Santi bekerja di rumah kami, aku belum pernah berbuat mesum dengan Nursyifa sewaktu




















