Mereka adalah Hanif dan istrinya bernama Icha. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, saya kembali ke rumah menemui istri saya.Seperti biasanya kalau sudah begini saya langsung menarik istri saya ke tempat tidur. Film Porno Body-nya itu loh para pembaca, beuhhhh… bohay gila. ?”, ucapku kaget.“ Udah Mas tenang aja, inikan cuma tontonan Mas, lagian nggak bisa dipegang jugakan Mas.hhe ”, ucap Icha sembari tertawa kecil.Belum sempai aku menjawabnya Icha sudah menimpa perkatataanya lagi,“ Kalau Mas Bobi nggak keberatan, Mbak Dela diajak sekalian aja mas, hhe…”, ucapnya menyebut istri saya.Saya tersinggung juga waktu itu. Luar biasa enaknya, sungguh..! Kegilaan apa lagi ini, ucap dalam hatiku.Seolah-olah Hanif menikmati.Karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. Kulihat istri saya yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Hanif.




















