Berlutut di depanku!” Aku membisu. Ooh.. Bokep Rusia Tapi atas permintaannya sendiri, seminggu yang lalu, ia menyampaikan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Gerakannya lambat menyerupai bermalas-malasan. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.“Enak kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.“Kau cerdik memanjakanku, Jhony. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Ia selalu mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Dan dengan patuh saya melakukan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, kemudian berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku biar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya.




















